Tempat Panduan Berbinis Online Bagi Para Pemula

Panduan Sukses Financial

PENDAHULUAN

Banyak orang yang mencari SUKSES FINANSIAL tetapi justru terkurung dalam masalah finansial, terjerat hutang, kekurangan finansial, tertipu, dan banyak lagi.
Dalam ebook ini Anda akan mempelajari TIPS yang sederhana dan mudah yang akan mengarahkan Anda menuju jalan keberhasilan seperti yang telah dicapai oleh ribuan orang. Anda saat ini telah merintis jalan menuju arah yang sama.
Anda tidak perlu merubah apapun yang sudah Anda pelajari. Anda hanya perlu waktu satu jam untuk mempelajari tips-tipsnya dan beberapa jam untuk mempraktekkannya. Hasil yang Anda capai akan membuat Anda terheran-heran.
Anda harus berikrar untuk melaksanakan tips-tips yang akan Anda pelajari dalam artikel ini.

Tips 1
TENTUKAN PRIORITAS ANDA
Saya yakin Anda mengetahui bahwa untuk membangun rumah selalu diawali dengan membuat gambar rencana, mulai dari pondasi, penutup atap hingga finishing dan interiornya. Coba Anda bayangkan jika membangun rumah tanpa gambar rencana sama sekali! Kacau bukan?
Begitu juga untuk membangun kehidupan, Anda harus mempunyai rencana yang tertulis! Dan itu diawali dengan menuliskan Prioritas Rencana Anda.
Sekarang ambil buku dan pena Anda!!
Apa prioritas utama Anda untuk Mencapai SUKSES FINANSIAL :
- Penghasilan tambahan
- Kecukupan keuangan
- Memiliki usaha sendiri
- Mempunyai banyak waktu luang
- Pengembangan pribadi
- Membantu orang lain
- Pensiun dengan tenang
- Meninggalkan warisan
- ………………………………. (Anda isi sesuai prioritas Anda)
YA… tulis sekarang juga agar Anda selalu mengingatnya.
Mari kita lanjutkan ke tips 2.

Tips 2
MENGAPA ANDA MENGANGGAP HAL ITU PRIORITAS ANDA?
OK. Pada tips pertama Anda sudah menuliskan prioritas Anda. Jika belum, tulislah sekarang juga! Kita tidak perlu terburu-buru.
Sekarang Anda tuliskan di bawah prioritas yang telah Anda tulis, alasan mengapa Anda menganggap hal itu adalah prioritas Anda?
YA… tulis sekarang juga!!
Anda akan menemukan SUKSES FINANSIAL spesifik untuk Anda sesuai yang saya janjikan.
Bagaimana, sudah ditulis?
Kalau sudah, kita lanjutkan pada tips 3.

Tips 3
MENGAPA ANDA MENGANGGAP HAL ITU PENTING BAGI ANDA?
Sampai pada bagian ini saya yakin Anda sudah menuliskan Prioritas Anda dan alasan Anda memilih hal itu. Jika ternyata belum, bacalah kembali tips 1 dan 2, kemudian tulislah!
Pada tips ketiga ini, tulislah di bawah alasan Anda memilih prioritas Anda, alasan mengapa hal itu penting bagi Anda?
YA… tulislah sekarang juga!! Kita sepaham bahwa orang sukses tidak pernah menunda-menunda. Betul nggak?
Sampai pada tips 3 ini dan jika Anda sudah menulisnya, Anda memiliki minimal 3 kalimat. Betul?
Sekarang kita lanjutkan pada tips 4.

Tips 4
APA RISIKO YANG ANDA HADAPI JIKA PRIORITAS ANDA TIDAK TERCAPAI?
Sampai pada tips keempat saya yakin Anda sudah menuliskan prioritas Anda, alasan Anda memilih hal itu dan arti penting prioritas Anda.
Jika ternyata belum, bacalah kembali tips 1,2, dan 3 kemudian tulislah!!
Pada tips keempat ini, tulislah di bawah alasan arti penting prioritas Anda, apa risiko yang Anda hadapi jika ternyata prioritas Anda tidak tercapai?
Mmm… YA… tentu saja tulis saat ini juga!!
Sampai pada tips keempat ini dan jika Anda sudah menulisnya, Anda memiliki minimal 4 kalimat. Betul?
Sekarang kita lanjutkan pada tips yang paling menentukan, tips 5.

Tips 5
MENGAPA HAL ITU MEMBUAT ANDA KHAWATIR?
Sampai pada tips kelima ini saya yakin Anda sudah menuliskan prioritas Anda, alasan Anda memilih hal itu, arti penting prioritas Anda, dan risiko yang Anda hadapi!! Jika ternyata belum, bacalah kembali tips 1,2,3, dan 4 kemudian tulislah!!
Pada tips kelima ini, tulislah di bawah risiko yang kemungkinan Anda hadapi jika prioritas Anda tidak tercapai, mengapa hal itu membuat Anda khawatir?
Betul… Tulis sekarang juga!! Jangan tunda-tunda lagi.
Sampai pada tips kelima ini dan jika Anda sudah menulisnya, Anda minimal memiliki 5 kalimat. Betul nggak?
Sekarang kita lanjutkan ke bagian penutup.

PENUTUP
Sampai pada bagian penutup ini saya yakin Anda sudah menuliskan :
- Prioritas Anda
- Alasan Anda memilih hal itu sebagai prioritas Anda
- Arti penting prioritas Anda
- Risiko yang Anda hadapi jika prioritas Anda tidak tercapai
- Hal-hal yang membuat Anda khawatir
Jika ternyata belum, bacalah kembali tips 1,2,3,4, dan 5 kemudian tulislah!!

Bagaimana Bisnis Online Itu Dijalankan

Menjalankan bisnis online (bisnis via internet) tidak ubahnya seperti menjalankan bisnis di dunia nyata. Jika anda punya warung dirumah atau punya toko di mall, anda menjual sesuatu barang kepada pembeli. Barangnya ada, penjual dan pembeli ada, tokonya juga ada.
Begitu juga sederhanya bisnis di dunia internet marketing (online), internet marketing berarti memasarkan sesuatu produk kepada pembeli dengan memanfaatkan teknologi internet. Sedikit beda dengan pemasaran offline, di pemasaran online antara penjual dan pembeli hampir tidak pernah berhadapan (kecuali jika memakai video atau webcam di komputernya). Dengan demikian, pada bisnis online ada 4 komponen yang saling berhubungan :
  1. Produk
  2. Penjual dan pembeli
  3. Toko
  4. Teknologi internet
Mungkin anda bertanya, produk apa saja yang bisa dijual di internet ?
Hampir semua produk yang kita kenal sebenarnya bisa dijual dengan teknologi internet. Baik berupa produk barang riil, maupun produk jasa informasi.
Produk riil dapat berupa elektronik, perangkat komunikasi, fashion, makanan, barang kebutuhan rumah tangga, kebutuhan mewah seperti rumah, mobil apartemen dsb.
Contoh produk riil : http://www.tokoalami99.blogspot.com
http://www.zell-vplatinumindonesia.co.cc

Produk informasi dapat berupa jasa pemasangan iklan, jasa pencucian baju, keahlian mengajarkan komputer dsb.
Umumnya produk jasa keahlian tersebut dikemas dalam sebuah buku dan dijual dengan sistim online berbentuk digital. Produk bisa di download, bebas ongkos kirim, hemat waktu dan tenaga.

Bagaimana dengan jarak dan waktu kerja kita ?
Bisnis online tidak dibatasi ruang dan waktu. Tidak terbatas ruang anda bisa berhubungan dengan konsumen dimana pun dia berada. Baik di Indonesia maupun di negara-negara lain. Tidak terbatas waktu anda bisa melakukan penawaran, menerima pembelian atau berkomunikasi kapanpun selama 24 jam sesuai dengan keinginan kita.

Lalu bagaimana jika kita tidak punya produk sendiri ?
Seperti saya sebutkan diatas, produk di internet bisa berupa produk kita sendiri bisa juga memanfaatkan produk orang lain. Jika anda tidak punya produk sendiri, anda bisa menjual produk orang lain (namanya affiliate program). Asal anda tahu, ribuan pelaku bisnis online di dunia ini umumnya tidak memiliki produk sendiri. Semacam menjadi agen atau distributor kalau didunia offline. Agen atau distributor juga bisa jadi pengusaha bukan? Saya pun ketika awal terjun di bisnis online hanya menjual produk orang lain. Setelah paham dengan sistim bisnis online ini, barulah kita bisa menjual produk sendiri. Intinya, bisnis online menjual 2 sumber produk : produk sendiri (istilahnya product creation), produk orang lain (istilahnya affiliate atau reseller program).

Lalu dari mana kita dapat uangnya ?

Jika kita punya produk sendiri, maka kita dapat penghasilan dari produk yang dibeli oleh konsumen kita. Biasanya sistim pembayaran menggunakan transfer antar bank. Jika kita menjual produk orang lain, maka kita dapat komisi dari pihak perusahaan yang punya produk. Komisi affiliate ini cukup besar, yaitu 25% hingga 75% dari harga produk.
Sistim pembayaran komisi menggunakan transfer antar bank, cek yang dikirim ke rumah kita atau rekening di internet .
Syarat dari berbisnis online adalah mau belajar, mempraktekkan, pantang menyerah. Pantang menyerah merupakan kunci terakhir. Orang ikut bisnis online akan gagal jika dia mudah menyerah. Kenapa ? Karena bisnis online menggunakan teknologi internet, kalau baru satu dua kita tidak bisa itu biasa. Kita perlu belajar dan adaptasi dengan sekumpulan teknologi di internet. Kalau tidak bisa jangan hanya diam, tanyalah. Banyak tempat untuk bertanya.
Cari tahu sampai rasa penasaran anda hilang, sampai suatu ketika anda mengatakan : oh, ternyata begini buat website, ternyata benar juga internet bisa menghasilkan uang."

Kiat-Kiat Anti Miskin

ANDA BERHAK UNTUK KAYA

Hak untuk kaya
Kekayaan adalah hak setiap orang. Uang harus dimiliki untuk menikmati hidup yang sempurna, bahagia dan sejahtera. Manusia dilahirkan untuk tumbuh, berkembang secara mental, spiritual dan material. Manusia mempunyai hak untuk menyatakan dirinya didalam semua bidang tersebut. Ia harus mencukupi dirinya dengan kenikmatan dan keindahan.

Uang hanyalah sebagai simbol
Uang adalah simbol pertukaran. Uang membawa kebebasan dari keinginan dan memberikan keindahan, kesempurnaan dan perbaikan. Jika darah beredar dengan bebas, berati tubuh anda sehat. Tetapi kalau uang itu mulai disembunyikan dibalik kasur dan timbul rasa cemas, maka itu berarti ekonomi tidak sehat.

Uang dan hidup yang seimbang
Pernah pria berkata kepada saya, "saya pailit. Saya tidak suka uang. Uang adalah penyebab segala kejahatan." Pernyataan ini mencerminkan keadaan yang kacau.

5 Strategi Kekayaan Dan Kesuksesan

5 Strategi Kesuksesan Dan Kekayaan

1. Sikap

Sikap adalah satu faktor penentu kesuksesan dalam apapun juga perkara yang anda lakukan. Einstein mengatakan bahwa sikap adalah 99% penentu kesuksesan atau kegagalan seseorang.
Anda semestinya mempunyai sikap yang positif dalam apapun juga bidang yang anda lakukan, jika anda mau memperoleh kesuksesan.
Apakah anda sedang sadar, hendak melelapkan mata, bekerja – apa pun juga yang anda lakukan, anda semestinya menanamkan sikap positif. Apabila suatu perkara tidak menjadi seperti yang anda harapkan, anda seharusnya terus bersikap positif. Jika anda bangun lewat, jangan merasa bosan, sebaliknya anda harus berfikiran positif dan berkata kepada diri anda sendiri “ ok, hari ini aku terlewat bangun, sekarang aku perlu lakukan yang terbaik untuk hari ini”.
Saya tidak percaya bahwa mereka yang sukses pada hari ini bisa mencapai tahap itu tanpa mempunyai sikap yang baik dan positif.
Sebenarnya lebih mudah untuk berfikiran negatif, dan untuk pengetahuan anda, untuk berfikiran positif memerlukan sedikit usaha. Tempelkan satu nota di atas meja anda, di dalam mobil, cermin dikamar mandi yang tertulis “SIKAP”. Apabila anda melihat nota itu, berhenti sejenak dan berfikir tentang perkara yang sudah berlaku pada hari itu, dan jika ada kalanya anda merasa tidak berfikiran positif, fikirkan semula dan teruskan kerja yang anda lakukan.
Jika anda bersikap positif, semua perkara yang anda lakukan akan menjadi lebih mudah. Jika ada perkara yang tidak suka anda lakukan, jangan biarkan sehingga pada saat akhir, bahkan lakukan dulu perkara tersebut dan fikirkan “Saya mau mengerjakan kerja ini sampai selesai kemudian saya bisa buat kerja yang saya suka !”. Cobalah teknik ini dan anda pasti akan merasakan perbedaannya.

2. Ambil tindakan

Ini merupakan satu isu yang besar kepada kebanyakan orang, mereka mempunyai ide bisnis yang baik, mereka memberitahu kepada kawan-kawan tentang bisnis yang hendak dimulai, kawan-kawan menjadi positif dan mendukung. Kemudian mereka beritahu kepada beberapa orang lain sehinggalah menjadi senyap begitu saja.
Jika anda mempunyai ide yang bagus tidak menjadi masalah, tetapi anda perlu membuat tindakan. Kemudian apabila anda sudah mulai melakukan sesuatu, anda perlu mengambil beberapa lagi langkah seterusnya sehinggalah mencapai kesuksesan.
Jika anda mempunyai peluang atau ide pada masa ini, mungkin sesuatu yang sudah lama anda fikirkan, berhenti berbicara dan berfikir tentangnya – LAKUKAN SAJA.
Saya mempunyai banyak sahabat yang datang berjumpa dan berbicara tentang ide-ide bisnis seperti seolah-olah mereka yang menyuruh saya melakukan bisnis tersebut. Saya bisa menolong mereka, beri pendapat, tetapi yang menyedihkan ialah 90% daripada mereka tidak pernah membuat tindakan. Jika anda tidak membuat tindakan, anda membohongi hak anda untuk satu kesuksesan.

3. Tukar Bagaimana Anda Diprogramkan

Sejak dari bangku persekolahan lagi kita selalu terfikir seperti yang selalu diberitahu oleh orang-orang dewasa bahwa “ belajar yang pandai supaya dapatkan kerja yang baik”. Saya harap anda jangan salah anggap, saya fikir apabila kita disekolah kita perlu belajar apa yang perlu kemudian buka bisnis anda sendiri!
80% jutawan pada hari ini mencapai impian mereka dengan memulai bisnis sendiri. Mungkin anda sudah maklum, jika anda benar-benar mau kebebasan keuangan, masa depannya ialah dengan membuka usaha sendiri.
Sudah tentu bisnis sendiri harus menanggung resiko, dan anda bisa mengurangi resiko tersebut dengan memulainya secara sampingan, dan gunakan tehnik yang saya tunjukkan dengan modal yang kecil, tetapi imbalannya sangat banyak dan menguntungkan.

4. Tuliskan Apa Yang Anda Fikirkan

Saya tidak peduli sebaik apapun memori yang anda miliki, tetapi mengapa perlu dibiarkan saja. Mengapa perlu menanggung resiko jika terlupa sesuatu yang penting? Tuliskan perkara yang ada difikiran supaya anda menolong melegakan otak anda yang penuh dengan informasi. Apabila anda menulisnya anda tidak perlu takut jika terlupa pada waktu yang diperlukan.
Jika anda mempunyai ide – tuliskan.
Jika anda mempunyai masalah – tuliskan.
Apabila anda menulis suatu masalah, anda akan mendapati bahwa anda dapat berfikir dengan lebih jelas, dan satu waktu nanti perkara tersebut dapat diselesaikan. Tehnik ini tampak mudah, tapi jika anda mulai menggunakannya, anda pasti akan lihat perbedaannya kelak.

5. Tetapkan Tujuan Dan Impian

Jika anda tidak mempunyai sasaran, anda tidak akan dapat apa-apa. Anda harus mempunyai matlamat/tujuan, anda perlu tahu kemana destinasi anda, berusaha untuk mencapainya dan senantiasa ingat akan impian anda. Saya berjumpa dengan banyak orang yang mungkin tidak mengerti tentang konsep ini yang berkata “impian aku ialah untuk menjadi jutawan dalam waktu 5 tahun” tetapi apabila anda tanyakan bagaimana untuk mencapainya, mereka hanya diam saja.
Anda mesti mempunyai tujuan/matlamat jangka panjang, untuk tempo 5 tahun yang akan datang, kemudian anda perlu berusaha untuk mencapainya, kemudian tetapkan matlamat jangka pendek yang lebih mudah dicapai contohnya matlamat setahun, sebulan dan seminggu.
Saya harap 5 strategi diatas dapat menolong anda untuk mencapai kesuksesan dengan lebih mudah dan cepat.


********************************
Armada Global Enterprise 2004

********************************

Kisah Sukses Anak Bangsa

ABDUL LATIEF
SUKSES BISNIS DENGAN GAYA YANG TRENDI DAN MODIS

Abdul Latief lahir pada tanggal 27 April 1940 di Kampung Baru, Banda Aceh. Anak keenam dari sembilan bersaudara ini, dibesarkan di tanah rencong itu. Dua puluh tahun sebelumnya, ayahnya meninggalkan Tanah Minang, dan menetap di Aceh sebagai pedagang. Ayah dan Ibunya dikenal sebagai aktivis Muhammadiyah di Aceh. Sayang, ayah Abdul Latief meninggal tatkala ia berumur empat tahun. Dalam suasana pergerakan mempertahankan kemerdekaan dan perjuangan rakyat Aceh itu, Abdul Latief dibesarkan oleh ibunya. Karena dibesarkan dalam zaman-zaman perjuangan dengan suasana politik yang panas, Abdul Latief bercita-cita jadi politikus di kemudiah hari. Namun, ibunya mengarahkan menjadi saudagar yang bersifat nasional seperti ayahnya. Ibu Abdul Latief adalah juga pejuang hidup, pada tahun 1950 ia membawa Abdul Latief bersaudara pindah ke Jakarta, berharap bisa berubah nasib di ibukota. Itulah sebabnya masa Remaja Abdul Latief diwarnai dengan kehidupan Remaja
Betawi. Ia menyelesaikan pendidikan Sekolah lanjutan pertama dan atas di Jakarta. Ia kuliah di APP kemudian mengambil sarjananya pada tahun 1965 di Fakultas Ekonomi Universitas Krisnadwipayana, Jakarta. Selama tahun 1945 dan 1966, situasi politik nasional sedang kacau. Demonstrasi-demonstrasi memenuhi jalan raya. Abdul Latief mengambil peran memasok makanan pada demonstran itu. Situasi belum pulih, tapi Abdul Latief diberi kepercayaan untuk mempelajari manajemen toserba dan supermarket di Seibu Group, Tokyo. Sebalik pulang Sekolah dari Jepang itu, ia lalu melangsungkan pernikahannya dengan Nursiah, gadis tetangga di Jakarta, pada tahun 1967.
Ada sebagian orang menyebut Abdul Latief, Dirut Alatief Corporation, masih aktif sebagai tokoh muda. Padahal, umur pendiri organisasi Hipmi (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia) itu sudah lebih setengah abad. Setidaknya, ada dua alasan kenapa ia masih dianggap aktivis Pemuda. Pertama, dalam berbagai kegiatannya, Abdul Latief selalu terlihat segar dan sangat bersemangat. Kepeloporan dan idealisme mengangkat pengusaha kecil, terutama yang berkaitan dengan bisnisnya, sering ia lakukan dengan gaya orang muda yang mampu melihat jauh ke depan. Kedua, Abdul Latief yang penampilannya setiap hari selalu trendy dan modis ini, sangat gemar berolahraga. Sehubungan dengan itu,
ia juga rajin menjaga kondisi fisiknya, sehingga wajahnya kelihatan jauh lebih muda dibanding usianya. Abdul Latief memang terkenal lihai menjalin kerjasama dengan banyak orang. Ia sangat dipercaya oleh mitra bisnisnya. Bahkan, rekan bisnis di luar negeri pun, mau mengikat kerjasama dengannya, kendati ikatan itu tidak selalu hitam di atas putih.
Lewat Hipmi, Abdul Latief berhasil mengarahkan sejumlah besar Pemuda untuk menjadi pengusaha. Belakangan, Hipmi menjadi wadah yang amat digandrungi oleh ratusan pengusaha muda Indoesia. Banyak di antara para pengusaha muda itu adalah anak para pejabat dan mantan pejabat. Kesuksesannya mengantar Hipmi sebagai sebuah organisasi profesional, menyebabkan ia selalu terlibat dalam pembicaraan atau diskusi tentang pembinaan generasi muda. Baik dalam acara yang diselenggarakan Hipmi, maupun dalam acara yang diselenggarakan oleh organisasi Pemuda lainnya. Setelah lulus dari Akademi Pimpinan Perusahaan (APP), Jakarta, dengan Predikat cumlaude, pada tahun 1963, Abdul Latief mendapat tawaran kerja di Stanvac di Sungai Gerong. Perusahaan asing yang bergerak di bidang eksplorasi minyak itu, akan memberi penghasilan dan karir yang baik baginya. Akan tetapi, gurunya di APP, menganjurkannya bekerja di Pasar Sarinah. Prospek kerja di pasar swalayan milik pemerntah itu, jauh lebih baik di
bandingkan di Stanbac. Sebab, Bung Karno sebagai Presiden RI saat itu, sangat memberi perhatian untuk mengembangkan toko serba ada yang pertama di Indonesia itu.
Anjuran gurunya itu masuk akalnya, lalu ia pun bekerja di Pasar Sarinah. Abdul Latief mendapat tugas di bagian perencanaan. Lewat tugas ini, Abdul Latief berkesempatan berkeliling mengunjungi beberapa negara, terutama untuk mempelajari perkembangan iklim perdagangan di negara-negara itu. Singapura, Jepang, Eropa, Amerika menjadi negara yang dijelajahi pada waktu itu. Tidak lama kemudian ia diangkat sebagai Pimpinan Promosi Penjualan dan Pengembangan Eksport PT. Departemen Store Indonesia Sarinah (Pasar Saringah). Ia menimba banyak pengalaman dan pengetahuan. Ia memiliki relasi bisnis yang cukup luas, baik dalam negeri maupun luar negeri. Delapan tahun ia bekerja di Sarinah. Tantangan demi tantangan telah mampu ia selesaikan dengan baik. Dan, ia ingin mencari tantangan-tantangan yang lebih memberikan masa depan yang lebih baik baginya. Seolah-olah Pasar Swalayan Sarinah tidak lagi memberi prospek yang diinginkannya. Konsep pemasaran yang diambilnya dari Jepang kurang mendapat tanggapan pimpinan Sarinah. Ia pun mengambil keputusan besar, lalu meninggalkan Pasar Sarinah pada tahun 1971. Selama di Sarinah, Abdul Latief termasuk beruntung, karena ia sempat
disekolahkan ke luar negeri. Ia belajar manajemen toko serta ada di Jepang selama dua tahun. Pulang dari sana, ia tidak hanya memiliki ilmu mengolah pasar swalayan, tetapi juga membawa mobil dan sejumlah uang saku. Dengan modal itu, ditambah relasi bisnisnya yang sudah sedemikian luas. Apalagi jabatannya sebagai pimpinan promosi Pasar Sarinah, menyebabkan ia banyak teman dan banyak yang mengenalnya. Itulah yang mendorong dia untuk mandiri dan buka usaha sendiri.
Pada tahun 1971 itu, ia langsung menjadi eksportir barang-barang kerajinan, yang masih dalam skala kecil. Sebagian dari modal yang dimilikinya dipakai untuk membeli tanah luas milik temannya yang sedang butuh duit. Pada tahun yang sama, Abdul Latief juga mulai mencoba meminjam kredit dari bank dengan jaminan tanah di atas. Kredit komersial Rp. 30 juta itu diperolehnya dari BDN. Ia mendirikan PT. Latief Marda Corporation, bergerak dibidang ekspor impor. Ia dibantu adiknya Abdul Muthalib. Tatkala usahanya sudah mulai memperlihatkan perkembangan, ia pun berpikir lebih maju lagi. Kebetulan tanah itu terletak di jalan Jakarta By Pass, sehingga ketika di jual harganya mahal sekali. Hasil penjualan ini yang kemudian menjadi modalnya mendirikan PT Indonesia Product Centre Sarinah Jaya pada tahun 1973. Nama pasar swalayan ini ada kaitannya dengan tempat asal
dia bekerja. Nama itu secara historis punya arti tersendiri bagi Abdul Latief. Setahun kemudian, pasar swayalan milik Abdul Latief itu berkembang pesat. Ia mondar mandir Jakarta Singapur. Urusannya bukan hanya soal ekspor-impor, tetapi ia sudah mulai terjun di bisnis properti di negara pulau itu. Tahun 1975 ia membuka cabang pasar swalayannya di kota itu. Di sana ia membeli toko dan gedung, harganya tidak semahal sekarang, karena saat itu Singapura baru mulai membangun negaranya.
Akumulasi kekayaan yang berhasil dia kumpulkan selama sepuluh tahun berusaha secara mandiri, dia pakai untuk mendirikan Pasaraya di kawasan Blok M, Jakarta Selatan. Gedung Pasar Swalayan yang masuk kategori mentereng ini, dibangun Abdul Latief pada tahun 1981. Disinilah tonggak pertama yang ditancapkan Abdul Latief untuk mengukuhkan dirinya sebagai salah seorang pengusaha pedagang eceran yang patut diperhitungkan. Sebutan konglomerat – sesuatu istilah yang tak disukainya – sudah mulai melekat padanya. Ia selalu duduk semeja dengan para pengusaha kenamaan lainnya. Bahkan dengan pimpinan puncak pasar swalayan asal tempatnya kerja pun, ia sudah terlihat memiliki perbedaan. Lebih dari pada itu, Abdul Latief mendapat tempat yang terhormat di mata pemerintah. Sebab, ia mengangkat harga kehidupan dari sekian banyak
pengusaha kecil. Oleh sementara orang ia disebut “Pahlawan pengusaha kerajinan rakyat Indonesia.” Perjalanan usahanya yang baik itu, rupanya tidak selamanya mulus. Pada akhir tahun 1984 Pasaraya Sarinah Jaya kepunyaannya di Blok M terbakar. Inilah percobaan pertama terberat yang dialaminya. Kerugian yang ia derita bukan hanya puluhan miliar, puluhan ribu pengunjungnya setiap hari, terpaksa berhenti sampai bangunan itu diperbaiki kembali. Ia tidak ingin putus kontrak dengan 2000 produsen kecil yang menyuplai keperluannya. Kesulitan ini, ia hadapi dengan tenang, 1200 karyawannya tidak akan diberhentikan, mereka disuruh Abdul Latief belajar manajemen, komputer, accounting, bahasa Inggris. Untuk program belajar ini, Abdul Latief mendatangkan pelatih dan pengajar ahli dari Singapur dan Hongkong. Yang menggembirakan Abdul Latief adalah kesediaan pihak asuransi menanggung sebagian kerugian itu. Bantuan dari rekan-rekannya, juga dari pihak pemerintah maupun swasta, sangat menjadi semangat baru bagi Abdul latief untuk memikirkan yang baik buat ekspansi bisnisnya.
Secara perlahan kerugian puluhan miliar rupiah itu, sirna sebagai gangguan pikirannya. Abdul Latief menata kembali jalur-jalur bisnisnya yang sudah sempat terputus. Lalu, diatas tempat gedung yang terbakar, telah berdiri dengan megahnya Pasaraya Sarinah. Bangunan berlantai
sembilan itu luas lantainya 42.000 meter. Pengunjung pasar swalayan itu, ada sekitar 100.000 orang perhatiannya. 40% diantaranya adalah yang berbelanja. Dari tahun ke tahun penjualan di Pasaraya Sarinah naik terus. Dan terus menerus pula memberikan penambahan modal bagi Abdul Latif. Kawasan Blok M dimana Pasaraya ada, menjadi inceran para pengusaha bisnis eceran. Banyak konglomerat berlomba membangun fasilitas belanja di daerah itu. Kelompok Subsentra dan Pakuwon jati sudah membuka Blok M Plaza. Ometraco Group membangun pertokoan di bawah tanah, persis di bawah bekas terminal Blok M. Itulah sebabnya, ketika ada tanah seluas 1,4 hektar, dekat Blok M ditenderkan Deplu kepada para pengusaha tahun 1990, puluhan yang datang mendaftar, kendati pengumumannya tidak dilakukan secara terbuka.
Ada sebagian orang menyebut Abdul Latief, Dirut Alatief Corporation, masih aktif sebagai tokoh muda. Padahal, umur pendiri organisasi Hipmi (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia) itu sudah lebih setengah abad. Setidaknya, ada dua alasan kenapa ia masih dianggap aktivis Pemuda. Pertama, dalam berbagai kegiatannya, Abdul Latief selalu terlihat segar dan sangat bersemangat. Kepeloporan dan idealisme mengangkat pengusaha kecil, terutama yang berkaitan dengan bisnisnya, sering ia lakukan dengan gaya
orang muda yang mampu melihat jauh ke depan. Kedua, Abdul Latief yang penampilannya setiap hari selalu trendy dan modis ini, sangat gemar berolahraga. Sehubungan dengan itu, ia juga rajin menjada kondisi fisiknya, sehingga wajahnya kelihatan jauh lebih muda dibanding usianya.
Abdul Latief memang terkenal lihai menjalin kerjasama dengan banyak orang. Ia sangat dipercaya oleh mitra bisnisnya. Bahkan, rekan bisnis di luar negeri pun, mau mengikat kerjasama dengannya, kendati ikatan itu tidak selalu hitam di atas putih. Lewat Hipmi, Abdul Latief berhasil mengarahkan sejumlah besar Pemuda untuk menjadi pengusaha. Belakangan, Hipmi menjadi wadah yang amat digandrungi oleh ratusan pengusaha muda Indonesia. Banyak di antara para pengusaha muda itu adalah anak para pejabat dan mantan pejabat. Kesuksesannya mengantar Hipmi sebagai sebuah organisasi profesional, menyebabkan ia selalu terlibat dalam pembicaraan atau diskusi tentang pembinaan generasi muda. Baik dalam acara yang diselenggarakan Hipmi, maupun dalam acara yang diselenggarakan oleh organisasi Pemuda lainnya. Cepat berpikir, gesit dalam bertindak adalah ciri khas Abdul Latief. Pernah suatu kali, penjualan barang-barang kelontong dalam pasar swalayan kepunyaannya, naiknya seret sekali. Yang datang banyak, yang membeli sedikit. Lalu, Abdul Latief
mempelajari kenapa demikian. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan dan dari penganalisaan data yang ada, ia berkesimpulan: daya beli masyarakat masih rendah. Solusinya : daya beli masyarakat harus ditingkatkan. Berarti harus ada tambahan penghasilan bagi masyarakat. Mulai saat itu, ia pun mengajak orang untuk berusaha sehingga pendapatan bertambah. Lalu, Abdul Latif mendirikan Hipmi pada tahun 1972 dan ia menjadi Ketua umum yang pertama. Ia mengarahkan para anggota Hipmi itu untuk segera membuka usaha, sekalipun usaha itu dalam ukuran paling kecil. Dari hasil binaan yang dilakukannya, maka banyak pengusaha kecil memproduksi barang-barang kerajinan tangan, mencari barang atau produk yang bisa dijual dan jadi uang, sehingga pendapatan bertambah. Abdul Latief membantu para pengusaha kecil untuk menitipkan barangnya di pasar swalayan kepunyaannya. Bahkan, Abdul Latief juga membantu para pengusaha kecil itu mengekspor produknya ke luar negeri. Lewat langkah-langkah itu, ekspor nonmigas naik. Devisa nasional bertambah, pertumbuhan ekonomi beranjak naik, tingkat beli masyarakat otomatis jauh lebih baik dibanding sebelumnya.
Komitmen Abdul Latief membesarkan pengrajin kecil, disamping karena memang dibutuhkan untuk meningkatkan daya beli masyarakat terhadap produk pasar swalayan, juga
untuk memenuhi permintaan Ir. Ginanjar Kartasasmita, menteri muda urusan peningkatan penggunaan produksi dalam negeri saat itu, untuk meningkatkan produksi nasional. Sampai sekarang Abdul Latief masih tetap konsisten terhadap komitmen itu. Kegiatannya mendorong dan mengembangkan industri kecil itulah, maka ia dipercaya sebagai Ketua kompartemen perdagangan dan koperasi Kadin Indonesia periode 1979-1982. Bagi Abdul Latief, adanya kesenjangan antara pengusaha kecil dan pengusaha kuat, tidak lepas dari adanya perbedaan pengusaha pribumi dan pengusaha non pribumi di masyarakat kita. Pengusaha pribumi sering diartikan sebagai pengusaha lemah dan kecil sehingga perlu dilindungi dan diangkat. Ia melihat perbedaan pengusaha pribumi dan non pribumi sebagai sesuatu persoalan yang serius. Sehingga ia meminta pemerintah untuk menangani persoalan itu dengan cepat agar kesenjangan sosial itu tidak menimbulkan gejolak sosial. Menurut Abdul Latief, pengusaha kecil yang umumnya pengusaha pribumi tidak perlu diangkat dan dilindungi, tetapi didorong dan dikembangkan. Apalagi pada era globalisasi ini, negara-negara 4 macan Asia adalah hampir semuanya non-pribumi. Hal itu dikuatirkan menjadi masalah di kemudian hari, sebab, para pengusaha dari negara yang maju secara ekonomi itu, pasti akan lebih percaya menjalin bisnis dengan pengusaha sesama non pribumi.
Sehubungan dengan itu, Abdul Latief melalui makalahnya yang berjudul “Konsep Mendorong dan Mengembangkan Pengusaha Pribumi,” ia mengajukan 4 dasar langkah pemecahan masalah tersebut. Pertama, Political Will pemerintah membantu pengusaha pribumi. Kedua, Konsep yang cocok untuk mengembangkan usaha pribumi yang sejajar dengan non pribumi, bukan konsep Alibaba. Bank pemerintah harus memprioritaskan pemberi kredit kepada pengusaha pribumi. Keempat, semua proyek pengadaan barang dan jasa pemerintah sepenuhnya diserahkan kepada pengusaha pribumi. Hal itu disampaikan Abdul Latief pada Seminar Pribumi dan Non-Pribumi yang diselenggarakan Editor pada HUT-nya yang ke-4 tahun 1991 yang lalu.
Kini, Abdul Latief terus melaju dengan Alatief Corporation. Makin banyak mitranya makin banyak perusahaan kecil yang dibimbing dan dimajukannya. Bidang usahanya sudah merebak ke berbagai jenis usaha, tidak lagi hanya pada bisnis retail seperti yang ditekuninya ketika mulai berusaha. Dari puluhan jenis usaha, Pasaraya lah yang menjadi tulang punggung bisnisnya Abdul Latief mengkoordinir pengawasan semua unit usaha itu melalui Alatief Investment Corporation. Gedung Sarinah Pasaraya di Blok M, Jakarta Selatan, adalah salah satu pertokoan yang megah di Ibukota. Di gedung berlantai sembilan itu, terlihat
segala macam keperluan rumah tangga. Baju-baju yang trendy dan modis, mulai dari yang agak murah sampai yang paling mahal, tersedia di supermarket yang nyaman itu. Ribuan jenis produk kerajinan tagan dari industri kecil / industri rumah tangga sampai produk-produk elektronik, ada di tempat itu. Dari pagi sampai malam, para pramuniaga yang ramah selalu menyapa melayani para pembeli di gedung yang bernilai Rp. 200 miliar itu. Abdul Latief menyesalkan berdirinya beberapa pusat pertokoan modern di Jakarta, yang jelas-jelas mematikan pengusaha kecil dan tradisional. Industri kecil itu sepertinya tidak mendapat tempat untuk hidup, sebab ia memang tidak mempunyai kemampuan bersaing dengan pengusaha modal besar. Gejalanya, memang pengusaha sekelas raksasa masuk ke pasar tradisional. Sehingga pengusaha kecil itu tergusur atau tenggelam. Mestinya pemerintah mencegah para pemodal kuat itu untuk tidak sembarangan masuk ke pasar yang pangsa pasarnya merupakan lahan pengusaha kecil. Ketika salah satu pasar swalayan terbesar di dunia dari Jepang, yaitu SOGO, membuka cabangnya di Indonesia, Abdul Latief termasuk salah seorang yang bersuara keras menentang kehadirannya. Alasan penolakannya, karena saat itu beredar isu modal asing akan masuk ke bisnis eceran di Indonesia. Ia juga mempertanyakan kenapa Sogo memasukkan 805 produk
impor, justru bukan memajukan produk dalam negeri. Padahal, jauh sebelum itu, Abdul Latief memang sudah terikat pada komitmennya untuk memajukan produksi nasional. Menurut pikirannya, pemodal kuat dalam negeri saja sudah mulai mengganggu kehidupan pengusaha kecil, apalagi kalau pengusaha yang datang itu dari luar negeri. Bukankah setiap kali Sogo masuk ke suatu pusat pertokoan, pesaing yang sudah ada biasanya minggir. Tapi ternyata bukan modal asing, dan pangsa pasar Sogo pun juga tidak sama, akhirnya Abdul Latief tidak terlalu keberatan lagi. Memang Abdul Latief mempunyai pertokoan di Blok M, tetapi tidak di pusat pertokoannya. Pasaraya Sarinah menjadi pendukung Pasar Tradisonal Blok M. Konsep yang dikembangkan Pasaraya, menurut Abdul Latief, membeli tanah, membangun gedung, dan membuat kavling pasar baru. Kalau masuk ke pusat pertokoan, memang cepat maju, tetapi itu intervensi namanya, membunuh orang lain, kata Abdul Latief.
Dampak konsep yang dikembangkan Abdul Latief, pasar swalayannya tidak sekencang kemajuan pasar swalayan bermodal kuat itu. Untuk mengatasi dampak ini, ia melakukan sesuatu secara kreatif, agar orang mau datang dan akhirnya berbelanja mengembangkan produk dagangan model yang menarik. Disain baju misalnya, dilakukan dengan mode dan disain yang paling akhir, persis sama dengan mode yang
dikembangkan di negara-negara yang kaya mode seperti Perancis. Ini tidak terlalu sulit bagi Abdul Latief, karena ia sendiri juga penggemar model. Itulah sebabnya, setiap hari, ia selalu tampil dengan busaha yang berdisain menarik. Di segi lain, disamping keramahan pelayanan, bentuk dan disain ruangan pertokoan menjadi faktor yang harus diperhatikan penataannya. Menurut Abdul Latief, perusahan bentuk dan disain ruangan pertokoan, dilakukan terus menerus untuk menghindari kebosanan para pengunjung. Kalau perlu, sekali dalam tiga tahun, dilakukan renovasi-renovasi. Melalui penataan pasar swalayan dengan konsep tidak dipusat perbelanjaan tradisional itu, Abdul Latief mengembangkan tiga macam filosofi. Pertama, pengusaha kecil adalah bagian dari kemajuan jenis usaha yang berskala lebih besar. Karena itu, yang kecil memang harus diperhatikan dan diberi tempat yang wajar. Kedua, pengelolaan pasar swalayan harus selangkah lebih maju dari keinginan konsumen. Artinya, yang disediakan di pasar swalayan tidak hanya sekedar yang diinginkan oleh konsumen. Tetapi, apa yang menjadi keinginan konsumen berikutnya. Dalam hal ini perlu antisipasi, sebab situasi terus mengalami perubahan dan perkembangan. Ketiga, lewat berbagai jenis produk dagangan dengan segala inovasinya, dan kreativitas menata produk jualan itu di pertokoan, serta imajinasi mendesain bentuk ruangan yang menarik, akan
mencerminkan identitas bangsa. Budaya bangsa terlihat dengan mudah melalui pembuatan dan penjualan produk di pasar swalayan itu.
Sukses di pasar swalayan, ia membuka pembibitan benur di Bulikumba, Sulsel. Usaha itu menghasilkan 100 juta benur pertahun. Abdul Latief juga membuka tambak udang seluas 120 hektar dengan hasil 4 ton per hektar. Dua sampai tiga kali panen dalam setahun. Ia mengelola beberapa perkebunan, membuka usaha penerbitan buku, dan usaha jasa periklanan, asuransi dan berbagai jenis bisnis yang lain. Sambil melakukan ekspansi bisnis, Abdul Latief juga tertarik pada bidang pendidikan dengan tiga alasan. Pertama, ia memang membutuhkan sejumlah besar tenaga terampil di berbagai bidang. Kedua, ia ingin ikut berusaha meningkatkan kecerdasan warga negara umumnya dan generasi muda khususnya. Ketiga, Abdul Latief adalah pernah menjadi guru, malah menjadi Direktur Akademi Pimpinan Perusahaan Departemen Perindustrian, tempat ia belajar. Salah satu Sekolah yang ingin ia dirikan adalah Sekolah Politeknik. Pendirian Sekolah itu merupakan salah satu kegiatan dari Yayasan Abdul Latief yang didirikan dan diketuainya sendiri. Dari berbagai aktivitasnya yang begitu padatnya. Abdul latief selalu berusaha menjaga kesehatan fisiknya. Setidaknya, ia melakukan general check up dua kali setahun. Secara rutin ia olahraga joging, senam, renang, teknis, dan kalau ada waktu main golf. Ia selalu olahraga pagi, terutama untuk menghindari ketegangan-ketegangan. Ia ingin hidup dalam kondisi segar, fit, energik. Tubuhnya padat, gesit, perut tidak buncit.
Itulah Abdul Latief yang mencatat kesuksesan-kesuksesan selama hidupnya. Mulai dari Predikat tamatan cum laude di APP, kemudian menjadi pimpinan promosi Pasar Sarinah, keliling berbagai negara, memberanikan buka usaha sendiri, maju, sukses, lalu gagal, sukses dan berkembang lagi, sampai menjadi pengusaha yang besar seperti sekarang ini. Bagi Abdul Latif, sebenarnya masih ada 25 tahun lagi waktu buatnya untuk berkiprah di dunia bisnis. Namun, ia sudah memasang ancang-ancang untuk memperbesar porsi kegiatan sosial budaya lewat yayasannya. Ia juga telah mempersiapkan generasi keduanya untuk melanjutkan dynasty Alatief Investment Corporationnya. Abdul Latief adalah lambang kesuksesan pedagang berdarah Minang di zaman orde baru. Berasal dari salah satu suku yang sudah terkenal gigih berdagang selama beradab-abad.

Perjalanan Sukses Seorang Pebisnis Online bgn 2

Sebut saja davit, tinggal di Bogor - Jabar. Saat ini memiliki 2 orang anak yang masih berusia 4,5 tahun dan 7 bulan. Saya pelaku bisnis online sejak Desember 2007 ketika masih gaptek dengan teknologi internet. Saya sangat tertarik waktu itu dengan bisnis online karena terdesak oleh kebutuhan hidup. Ya, kebutuhan hidup yang mendesaklah yang mendorong saya mencari sumber peghasilan sampingan dari internet. Meski sudah menjalankan bisnis online sejak 4 tahun yang lalu, dan posisi saya waktu itu masih status karyawan, namun kebutuhan hidup anak dan istri tidak bisa terpenuhi secara layak. Belum lagi saya sedang membiayai adik bungsu sekolah SMA di Bogor waktu itu. Juga menanggung hidup biaya adik yang satu lagi karena sedang mencari pekerjaan di Bogor. Maklum karena ayah sudah meninggal dunia, dan saya anak laki-laki paling besar di keluarga.
Pikiran saya benar-benar kacau waktu itu, pembayaran sekolah adik sering tertunggak, saya sering dipanggil kepala sekolahnya. Dalam kondisi bingung, anak saya pernah masuk rumah sakit karena menderita diare akut. Apalagi yang namanya bisnis offline waktu itu mengalami kerugian karena besarnya operasional, hutang menumpuk ke suplier, dan gaji saya yang kecil tidak bisa saya andalkan. Terkadang gaji saya habis untuk memodali usaha offline dan menyicil hutang. Sementara kebutuhan anak istri tidak terpenuhi secara layak atau bisa dikatakan dalam keadaan tertekan.
Istri saya sering menangis di kamar karena beratnya beban hidup waktu itu. Berhari-hari istri pernah tidak memegang sepeser pun uang ditangan. Padahal kebutuhan harian terus berjalan. Pihak suplier terus menghubungi untuk meminta pelunasan hutang. Waktu itu kepala saya terasa mau pecah saja, pikiran terasa berat sekali. Saya merasa bersalah pada awalnya saya lah yang mengajak untuk membuka usaha. Lalu sekarang saya merasa orang paling bersalah kepada istri. Saya merasa waktu itu menjadi suami yang gagal. Beban hidup kami terasa semakin berat ketika saya tahu bahwa istri ternyata hamil lagi untuk anak yang kedua.
Kami sebenarnya merencanakan anak kedua sekitar 3 tahun lagi, namun Allah berkehendak lain dan lebih tahu apa yang terbaik buat kami. Dia-lah yang berhak menentukan kapan anak kami lahir. Saya sempat memluk istri ketika ia menangis sambil berkata :"Bunda, ayah minta maaf karena keadaan ini! Semua salah ayah. Ayah menikahi bunda bukan untuk menyengsarakan seperti ini. Ayah punya impian ingin membahagiakan bunda dan keluarga kita."
Lalu sambil menghapus air matanya, saya terus berkata :"tapi percayalah, Allah tidak akan memberikan cobaan yang tidak sanggup kita jalankan. Anggap ini adalah jalan berliku yang harus kita lalui untuk jadi pengusaha sukses. Tuhan tidak akan diam melihat keadaan kita. Yang penting kita harus berdoa memohon jalan keluar, kita harus minta ampun atas segala kesalahan dan dosa-dosa ita. Mungkin ada langkah yang salah yang kita jalani selama ini. Dan kita harus mau memperbaiki diri agar keluar dari kesulitan hidup ini."
Dalam keadaan tangis istri yang mereda, saya pun membuka angan-angan untuk meghibur istri :"coba bunda bayangkan, jika toko kita maju, bunda tinggal menikmati saja hidup dengan anak kita. Bunda bisa ke toko dengan mengendarai 'roda empat' sepulang menjemput anak kita di sekolah. Lalu bunda bisa ngecek barang dan melihat model-model fashion di mall. Bunda tinggal nikmati saja jalan-jalan sama anak-anak (waktu itu saya masih jadi karyawan, jadi tidak kepikir bisa jalan-jalan ke mall di hari kerja)."
Lalu perlahan-lahan saya lihat tangisan istri berheti. Saya sebenarnya sadar apa yang saya ucapkan tadi sebenarnya hanyalah 'angin segar'. Saya belum tahu kapan itu tercapai.
Singkat cerita.....
Akhir november 2007 saya iseng-iseng mampir di warnet sepulang kerja. Padahal sudah beberapa bulan saya tidak ke warnet. Padahal sudah beberapa bulan saya tidak ke warnet. Maklum kalo ke warnet saya paling ngecek email dan melihat-lihat berita. Waktu itu saya ingat, dalam 2 tahun terakhir saya terus dikasih informasi tentang bisnis yang diajarkan asianbrain. Ada orang yang secara rutin mengirim informasi tersebut. Namun hati saya sempat menolak karena khawatir itu semacam MLM. Lalu saya mulai mencari ide bisnis lain di google.com karena setahu saya google adalah tempatnya mencari sumber berita.
Dari sekian banyak hasil pencarian tentang bisnis online, mata saya tertuju pada frase 'formulabisnis'. Lalu saya klik linknya, lalu saya mulai membaca. Setelah saya membaca sekitar 30 menit, hati saya langsung berteriak girang.
'Mungkin ini jalan yang Tuhan berikan'. Saya membaca halaman depan formulabisnis tersebut sangat memikat dengan disertai bukti rekening yang masuk (belakangan saya tahu kalau itulah yang namanya sales letter).
Inilah asal-mulanya saya mengenal bisnis online. Padahal saya tidak punya bekal pengetahuan sama sekali sebelumnya. Hanya modal nekad yang saya andalkan untuk bisa merubah nasib waktu itu.
Saya sempat menargetkan dapat Rp.3 juta per bulan waktu itu. Namun yang saya dapatkan pada bulan pertama cuma Rp.0,-. Pedih memang, karena belum ada hasil dengan tenaga dan biaya yang sudah dikeluarkan. Roda hidup terus berputar, sebulan kemudian saya mendaftar di Asianbrain untuk menghilangkan rasa penasaran. Saya tidak tahu biaya kursus bulanan nanti, namun cita-cita saya kuat untuk berhasil, saya jalankan dulu saja apa yang bisa. Malah biaya kemudian saya serahkan saja pada pertolongan Allah.
Begitulah 2 bulan saya jalankan bisnis online dalam keadaan minus. Saya terus belajar dan praktekan ilmu yang diajarkan formulabisnis dan Asianbrain. Bulan kedua saya sudah dapat Rp.100.000,-. Bulan ketiga saya dapat Rp.300.ooo,-. Namun masih minus jika dikurangi operasional warnet dan biaya makan. Tapi saya mulai yakin, pantang menyerah, kehidupan keluarga saya bisa berubah. Bulan demi bulan berlalu, hingga bulan kelima saya baru bisa membuat yang namanya website. Sejak memiliki website, penghasilan saya terus meningkat. Dari 1 jt, 2 jt, 4 jt, 5 jt, 10 jt hingga bisa menembus 20 jt sebulan. (semua memerlukan proses jatuh bangun, tidak instant). Memang belum terlalu besar jika dibandingkan para internet marketer lainnya.
Namun saya sangat bersyukur karena saya memulainya dari sambilan sebagai karyawan. Sekarang, setelah saya full menjadi pebisnis online, saya menargetkan tahun ini harus bisa menghasilkan 100 jt per bulan...Wow, ketinggian tidak? Tidak juga jika kita sudah tahu prospek bisnis online.
Dahsyatnya lagi, sejak Desember 2008 saya mengundurkan diri dari karyawan dan 100% full menjadi pengusaha online. Semua itu gara-gara yang namanya bisnis online.
Gara-gara bisnis online saya bebas mengatur waktu kerja.
Gara-gara bisnis online saya bebas mau jalan sama keluarga kapan saja.

Perjalanan Sukses Seorang Pebisnis Online

Dulu saya (sebut saja Joko) pernah mencoba berbagai 'peluang usaha' usaha yang menjanjikan berbagai kekayaan dengan cepat. Sebelum mengenal internet, saya pernah ikuti beberapa MLM dan mengalami kegagalan, walaupun ada salah satu MLM yang memberikan saya penghasilan puluhan juta rupiah dalam 3 bulan, hingga saya bisa beli mobil sedan dari situ. Tapi.....itu tidak menerus. Perusahaanya bangkrut.....Payah!
Saya juga pernah mendapat tawaran menjualkan laptop dengan harga yang sangat murah, 3 juta rupiah per laptop dengan komisi 50%. Saya jual ke teman-teman saya dan banyak diantara mereka yang memesan laptop tersebut. Sampai saya membawa ratusan juta rupiah dana meraka. Tapi ternyata, itu sekedar penipuan belaka, teman yang menawari peluang telah melarikan dana tersebut. Karena keinginan saya untuk bisa kaya dengan cepat, mengakibatkan saya terlibat masalah kepolisian. Begitu tololnya saya pada waktu itu.
Anda tahu apa yang ada dipikiran saya? Saya KAPOK. Sudahlah.....tidak ada bisnis yang membuat kita kaya mendadak, yang ada hanyalah penyakit dan masalah yang timbul silih berganti.
Saya berusaha mencari kerja konvensional dan bersikap sebagai 'manusia normal'. Namun, saat saya terjun dalam pekerjaan konvensional, seharipun saya tidak merasakan kepuasan, apalagi kebahagiaan. Muka saya selalu terlihat kusut dan tertekan, tidak puas.....penuh dengan kekecewaan serta depresi. Saya merasa seperti seekor burung dalam sangkar yang selalu memandang elang yang terbang jauh di atas sana. Meliuk-liuk kesana kemari, walaupun kadang kal mereka terjatuh, terkena nagin, hujan.....tetapi saya yang didalam sangkar melihat dengan jelas urat kebanggaan di wajahnya. Dia bisa terbang tinggi sesuka hatinya.....saya pikir, "oh my God! Disini bukan duniaku, aku ingin di luar sana!"
Saya yakin sebagian dari anda pernah dan sedang memikirkan hal yang sama.
Kemudian sesuatu terjadi. Suatu hari saya tahu bahwa binatang bernama INTERNET itu ternyata ada! INTERNET yang membuat saya berani keluar dari kondisi 'aman' dan terjun didunia ini. Gila.....padahal waktu itu saya belum bisa membuat email.
Dalam pikiran saya, tidak tahu bagaimana nanti caranya, saya ingin menghasilkan uang dari internet. Saya yakin, saya bisa memiliki penghasilan melimpah. Dalam bulan-bulan awal, penghasilan say di internet hanya berkisar antara 25-50 ribu per hari. Buat saya tidak masalah karena uang tersebut bisa saya gunakan untuk biaya operasional merintis usaha di bidang ini. Saya bahkan berani cerita ke orang lain, bahwa suatu saat saya akan mendapatkan uang melimpah dari internet. Saya cerita ke teman-teman dan mereka tertawa. Mereka menganggap saya gila. Saya cerita ke orang tua, mereka malah sedih, sedih sekali. Mungkin mereka berpikir, "apa yang sudah aku ajarkan ke anakku, sampai anakku ini keras kepala seperti ini?"
Apalagi saat teman-teman saya bertanya, cara apa yang saya lakukan untuk menghasilkan uang dari internet? Lalu saya menjawab, "Menjual Informasi". GUBRAK.....! Tidak ada sedikitpun reaksi dari mereka yang bisa memberi saya semangat. Kebanyakan dari mereka malah mencoba melemahkan semangat saya. Banyak yang kaget, ada yang diam saja, ada yang tertawa malah mengelus dada, menahan kesabaran dengan penuh rasa kasihan.
"Menjual informasi?" kata mereka. "Apakah kamu sudah pernah melihat kisah sukses orang menjual informasi?".....di internet? dan semua pertanyaan lain yang beraal dari keraguan.
Saya berjuang sendirian, mencari cara dan konsep terbaik untuk menghasilkan uang dari internet. Saya pelajari banyak sekali artikel dari internet, tip strategi, taktik atau materi baru lainnya yang saya pikir akan membantu bisnis online saya. Tidak mudah memang saya benar-benar sendirian, tanpa pembimbing dan sementara lingkungan sekitar terus menerus melemahkan semangat saya.
Saya tidak mau mendengar mereka, dan saya terus saja membaca kisah sukses orang barat yang telah bisnis di internet sebagai profesi utama mereka. Melihat bagaimana mereka berjuang, bagaimana mereka bisa menjadi seperti sekarang ini. Sudah jutaan rupiah saya habiskan untuk membeli produk informasi mereka hanya untuk mengetahui rahasia sukses untuk saya ikuti.
Itu kisah dulu, sekarang lain.....!
Sekarang saya telah memiliki penghasilan paling tidak 8 - 10 juta per hari, saya kerja ataupun tidak.....akan tetap saa ada orang entah yang mengirimi saya uang. Bisnis ini telah berjalan selama 7 tahun.
Saya bilang ke teman-teman yang dulu, bahwa saya sudah berhasil meraih sebagian impian saya. Teman-teman yang dulu pernah tertawa pun terdiam. Mereka sekarang tahu, dari mana Joko bisa membeli ini dan itu, mengapa sampai sekarang si Joko tenang-tenang saja, tidak "cari kerja" sementara temannya yang lain sibuk dengan pekerjaan hariannya.
Saya menceritakan sedikit kisah ini ke anda agar anda bisa tahusecara umum tentang diri saya. Selain itu, anda akan tahu apa saja yang telah saya lalui sehingga saya mengerti seperti apa perjalanan saya waktu itu untuk meraih sebagian impian saya. Saya ingin anda juga tahu bahwa keadaan saya waktu itu mungkin sama dengan keadaan anda saat ini. Tapi bagaimanapun juga , mengertilah.....apapun usaha anda, apapun perjuangan anda, ADA HARGA YANG HARUS DIBAYAR!
Hanya ada satu alasan mengapa saya menceritakan kisah ini kepada anda. Saya ingin anda menyadari bahwa jika saya bisa, tentu saja anda akan jauh lebih bisa. Kenapa saya mengatakan ini? Saat itu saya menjalani bisnis ini tanpa bimbingan dari siapapun di dekat saya. Tapi sekarang, jika anda mau mengambil kesempatan yang saya tawarkan, maka anda bisa mencoba menjalankan bisnis ini dan saya siap membantu anda.
Sekarang saya memiliki penghasilan lebih banyak daripada 95% populasi pencari uang seusia saya. Saya menggunakan waktu jauh lebih sedikit untuk menghasilkan uang daripada 95% populasi tersebut. Penghasilan 8-10 juta per hari dengan jam kerja tidak lebih dari satu jam per hari. Dan tahu kah anda.....it's only beginning.....I have so many dreams to reach! Dreams to make a lot of money from the internet! I have so many ideas!!

Pengikut